MENU
Masuk
🔥 HOT NEWS
• Selamat Datang di ABAHSAIF.WEB.ID - Wadah Menggali Ilmu dan Membuka Cahaya Kebajikan.• Update: Simak Rubrik Khutbah Terbaru untuk Persiapan Jemaah.• Baru: Panduan Dzikir dan Doa Harian Lengkap Kini Tersedia.

Dengan Rumus Matematika, Astrofisikawan Willie Soon Buktikan Tuhan Itu Ada

Abah Saif

Abah Saif

13 Februari 2026 pukul 07.55 WIB

Dengan Rumus Matematika, Astrofisikawan Willie Soon Buktikan Tuhan Itu Ada

Pernyataan Dr. Willie Soon menghidupkan kembali perdebatan di Barat apakah presisi hukum matematika alam semesta merupakan bukti rancangan ilahi dan keberadaan Tuhan.

SEORANG astrofisikawan yang lama bekerja di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Dr. Willie Soon, memicu perdebatan setelah menyatakan bahwa formula matematika dapat menjadi bukti keberadaan Tuhan.

Temuan tersebut ia sampaikan dalam wawancara di Tucker Carlson Network, sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional.

Soon berpendapat bahwa hukum fisika di alam semesta tampak “terkalibrasi secara sempurna” untuk mendukung kehidupan sehingga kecil kemungkinan terjadi secara kebetulan. Gagasan ini dikenal sebagai fine-tuning argument, yakni pandangan bahwa konstanta fisika begitu presisi hingga mengisyaratkan adanya rancangan tertentu.

“Ada begitu banyak contoh kekuatan yang selalu ada yang memungkinkan kita menerangi hidup kita. Tuhan telah memberi kita cahaya ini, untuk mengikuti cahaya dan melakukan yang terbaik yang kita bisa,” ujarnya dalam wawancara di Tucker Carlson Network.

Soon merujuk pada persamaan fundamental yang menurutnya dapat menjadi “jejak” pencipta ilahi. Ia juga menekankan fine-tuning argumen, di mana konstanta seperti gravitasi harus presisi ekstrem agar alam semesta mendukung kehidupan

sangat indah dan dahsyat,” dan menambahkan bahwa “Tuhan adalah seorang ahli matematika tingkat tinggi,” menggambarkan keseimbangan alam semesta sebagai hasil matematika tingkat tinggi.

Menurut Soon, jika konstanta fundamental—seperti gravitasi—berubah sedikit saja, kehidupan mungkin tidak akan pernah muncul. Hal ini, katanya, menegaskan “sifat luar biasa” dari struktur kosmos.

Meski demikian, pendapatnya tersebut menuai perdebatan di kalangan ilmuwan dan teolog Barat. Sejumlah kritikus menilai argumen fine-tuning masih kekurangan bukti konkret, sementara pendukungnya melihat teori itu sebagai jembatan potensial antara sains dan spiritualitas, kutip The Economic Times.

Terlepas dari kontroversi tersebut, pernyataan Soon kembali menghidupkan diskusi lama tentang hubungan sains dan agama di Barat —apakah keteraturan matematika di alam semesta merupakan kebetulan kosmik atau pertanda adanya kecerdasan yang lebih tinggi.